1. Jeruk nipis
Diantara beragam jeruk, jeruk nipis atau lemon adalah yang paling banyak
mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produksi LDL sehingga
mengurangi resiko serangan jantung. Flavonoid dapat pula diperoleh dalam teh,
brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang bombay, bawang
merah, serta buah delima.
2. Apel
Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber beta glucan. Di
dalam tubuh, beta glucan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi
kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan beserta kulitnya (apel
dan pir), wortel, kapri, dan sayur-sayuran polongan lain (buncis, kecipir dan
kacang panjang) polong-polongan kering (kacang hijau, kacnag merah, dan kacang
tolo), serta beras merah.
3. Jambu biji
Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji merah kaya akan
likopen yang ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.
4. Alpukat
Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang
berperan meredam kolesterol darah.
5. Mangga
Vitamin C banyak terdapat dalam buah mangga. Vitamin C mencegah kolesterol
jahat teroksidasi sehinga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh
darah.
6. Blueberry
Para ahli kesehatan di Amerika, buah blueberry juga dapat dijadikan salah
satu buah yang banyak digunakan para ahli kesehatan di Amerika dalam membantu
para pasien yang menderita kolesterol tinggi. Buah blueberry juga diyakini
dapat menurunkan kadar kolesterol berlebih dari dalam tubuh. Hal ini dibuktikan
karena adanya kandungan senyawa alami yang terdapat di dalam buah blueberry
yakni pterostilbene yang memiliki fungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh.
7. Anggur
Buah anggur selain mengandung serat yang sangat baik bagi tubuh, ternyata
juga mengandung zat catechin yang dapat menurunkan kolesterol.